Jakarta — Pemerintah melalui Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) menyiapkan anggaran sekitar Rp2,2 triliun untuk mempercepat pembangunan hunian tetap (huntap) bagi masyarakat terdampak bencana di wilayah Sumatera.
Menteri PKP Maruarar Sirait atau yang akrab disapa Ara menyampaikan bahwa seluruh persiapan mulai dari kebijakan, program, anggaran, hingga desain hunian telah disiapkan agar pembangunan dapat segera berjalan.
“Program dan anggaran sudah disiapkan dengan nilai sekitar Rp2,2 triliun. Desain hunian tetap beserta prasarana, sarana, dan utilitasnya juga sudah siap,” ujar Ara.
Dalam pembangunan tersebut, pemerintah akan menggunakan teknologi Rumah Instan Sederhana Sehat (RISHA) dan bata interlock presisi. Teknologi RISHA akan diterapkan untuk pembangunan hunian tetap komunal di Aceh dan Sumatera Utara, sementara bata interlock presisi digunakan di Sumatera Barat.
Pemerintah daerah juga telah membantu penyediaan lahan, sehingga proses pembangunan hunian dapat segera dilaksanakan. Kementerian PKP turut menyiapkan tenaga pendukung di wilayah terdampak, yakni 57 personel di Aceh, 35 personel di Sumatera Utara, dan 30 personel di Sumatera Barat.
Selain itu, pembangunan hunian tetap akan dilakukan melalui skema gotong royong bersama Yayasan Buddha Tzu Chi. Total sebanyak 2.603 unit hunian tetap direncanakan dibangun, dengan rincian 1.103 unit di Sumatera Utara, 1.000 unit di Aceh, dan 500 unit di Sumatera Barat, dengan target penyelesaian pada Oktober 2026.
Pemerintah berharap pembangunan hunian tetap ini dapat mempercepat pemulihan masyarakat pascabencana sekaligus memberikan tempat tinggal yang lebih aman dan layak bagi para korban.


