Jakarta — Pemerintah Indonesia bergerak cepat merespons isu travel advisory yang sempat menyeret nama Bali dalam imbauan perjalanan yang dikeluarkan otoritas Korea Selatan. Melalui koordinasi intensif lintas kementerian, langkah diplomasi dilakukan untuk menjaga citra pariwisata Indonesia tetap positif di mata dunia.
Kementerian Pariwisata bersama Kementerian Luar Negeri menggelar pertemuan dengan Kedutaan Besar Republik Korea untuk Indonesia guna meminta klarifikasi atas imbauan tersebut. Hasilnya, pihak kedutaan menyampaikan permohonan maaf dan menjelaskan bahwa publikasi travel advisory terjadi karena kekhilafan dalam merespons pertanyaan warga terkait sejumlah kasus kriminal di Bali.
Imbauan tersebut, ditegaskan, bukan bertujuan merusak citra Bali, melainkan sebagai langkah kehati-hatian bagi warga Korea Selatan yang hendak berkunjung.
Sebagai tindak lanjut, Kedutaan Besar Korea telah memperbarui narasi travel advisory menjadi lebih umum dan tidak lagi memuat rincian kasus yang sebelumnya mencantumkan insiden di Bali. Selain itu, pihak kedutaan juga berkomitmen untuk berkoordinasi lebih erat dengan pemerintah Indonesia dalam penyampaian informasi sensitif di masa mendatang.
Di sisi lain, pemerintah Indonesia menegaskan komitmennya menjaga Bali sebagai destinasi wisata yang aman dan nyaman. Menteri Pariwisata menyatakan bahwa Indonesia tetap terbuka dan menyambut wisatawan dari seluruh dunia, termasuk dari Korea Selatan.
Upaya penguatan keamanan pun terus dilakukan. Pemerintah bersama aparat kepolisian meningkatkan pengawasan di kawasan wisata, memperketat sistem verifikasi tamu, serta menambah kehadiran pos keamanan di titik-titik strategis seperti Kuta, Seminyak, dan Canggu.
Langkah ini juga diiringi dengan penegakan hukum yang lebih tegas, termasuk pengawasan terhadap aktivitas wisatawan asing dan penyalahgunaan izin tinggal. Semua upaya tersebut dilakukan untuk memastikan keamanan destinasi sekaligus menjaga keberlanjutan sektor pariwisata.
Dengan koordinasi yang semakin kuat antara pemerintah Indonesia dan Korea Selatan, diharapkan kepercayaan wisatawan tetap terjaga, dan Bali terus menjadi destinasi unggulan dunia yang aman, nyaman, dan berkelas.

