Scroll Untuk Lanjut Membaca

TANGERANG — Sebuah usaha tidak selalu tumbuh hanya karena produknya bagus. Di balik usaha yang berkembang, ada modal yang cukup, pasar yang terbuka, kemampuan mengelola bisnis, serta jaringan yang mampu membawa pelaku usaha bertemu dengan peluang baru.

 

Kesadaran inilah yang terus dibangun Dinas Koperasi dan Usaha Mikro (Diskum) Kabupaten Tangerang melalui penguatan kemitraan dengan pelaku usaha mikro.

 

Lewat Temu Mitra 2026, Diskum Kabupaten Tangerang menghadirkan ruang pertemuan yang bukan sekadar menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga menjadi momentum untuk memperkuat hubungan antara pemerintah, pelaku usaha, lembaga pembiayaan, dan berbagai pihak yang memiliki kepedulian terhadap perkembangan usaha mikro.


Sebab, bagi pelaku usaha mikro, satu pertemuan bisa menjadi awal dari sebuah peluang. Dari sebuah percakapan bisa lahir kerja sama. Dari sebuah jaringan bisa terbuka akses pasar. Dan dari dukungan permodalan, sebuah usaha yang sebelumnya berjalan terbatas dapat memiliki kesempatan untuk berkembang lebih besar.

 

Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kabupaten Tangerang, Rd. Anna Ratna Maemunah, menegaskan bahwa kemitraan menjadi bagian penting dalam mendorong usaha mikro agar mampu menghadapi persaingan pasar.

 

“Kemitraan ini kami harapkan sebagai upaya untuk mendorong usaha mikro agar lebih berorientasi pada pasar yang semakin kompetitif dengan penguatan modal usaha yang cukup,” ujar Anna.

 

 

 

Pesan tersebut menjadi penting di tengah perubahan dunia usaha yang semakin cepat. Pelaku usaha tidak cukup hanya mampu menghasilkan produk. Mereka juga perlu memahami pasar, mengelola keuangan, membangun jaringan, melakukan inovasi, dan memiliki keberanian untuk memperluas skala usaha.

 

Karena itu, pendekatan pemberdayaan yang dilakukan Diskum Kabupaten Tangerang tidak berhenti pada pemberian akses pembiayaan. Hubungan kemitraan juga diarahkan untuk membangun kepercayaan dan tanggung jawab bersama agar dukungan yang diberikan benar-benar dapat menjadi modal pertumbuhan usaha.

 

Anna juga menekankan bahwa dana bergulir bukan sekadar fasilitas pembiayaan, melainkan sebuah kepercayaan yang harus dikelola secara profesional.

 

“Kami ingin menjalin silaturahmi yang lebih erat serta meningkatkan kesadaran mitra bahwa dana bergulir ini adalah bentuk kepercayaan yang harus dikelola secara profesional. Ini bukan sekadar pinjaman, tapi bagian dari upaya besar membangun ekonomi daerah,” jelas Anna.

 

 

Di sinilah Temu Mitra 2026 menemukan maknanya

Ketika pemerintah membuka ruang pertemuan, pelaku usaha mendapatkan kesempatan untuk memperluas jejaring. Ketika lembaga pembiayaan hadir, terbuka peluang penguatan modal. Ketika pelaku usaha saling bertemu, peluang kolaborasi pun semakin besar.

 

Semua bergerak dalam satu ekosistem

Bagi Kabupaten Tangerang, penguatan usaha mikro bukan sekadar berbicara mengenai pertumbuhan omzet satu atau dua pelaku usaha. Di balik usaha mikro yang tumbuh terdapat keluarga yang kehidupannya ikut bergerak, tenaga kerja yang terserap, produk lokal yang semakin dikenal, serta aktivitas ekonomi masyarakat yang semakin kuat.

 

Itulah mengapa membangun UMKM yang berdaya saing membutuhkan kolaborasi. Pemerintah tidak dapat berjalan sendiri. Pelaku usaha membutuhkan mitra, dan para mitra membutuhkan pelaku usaha yang siap berkembang.

 

Temu Mitra 2026 menjadi salah satu ruang untuk mempertemukan kebutuhan dan peluang tersebut.

 

Dari pertemuan lahir koneksi. Dari koneksi lahir kolaborasi. Dari kolaborasi, usaha mikro punya kesempatan untuk tumbuh lebih besar.

 

Melalui semangat tersebut, Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kabupaten Tangerang terus mendorong terciptanya ekosistem kewirausahaan yang semakin kuat, inklusif, dan berkelanjutan.

 

Karena pada akhirnya, UMKM naik kelas bukan hanya ketika usahanya semakin besar, tetapi ketika semakin banyak peluang terbuka dan semakin kuat kemampuan mereka untuk berdiri di atas kaki sendiri.

Temu Mitra 2026 — mempertemukan pelaku usaha dengan peluang, memperkuat kemitraan, dan bersama mendorong UMKM Kabupaten Tangerang semakin berdaya saing. (Advertorial)