Scroll Untuk Lanjut Membaca

Jakarta – Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung meminta pengelola mal dan perkantoran di Jakarta untuk tidak memasang pagar pembatas yang terlalu tinggi sebagai langkah antisipasi terhadap potensi gangguan keamanan.

 

Menurut Pramono, peninggian pagar kemungkinan dilakukan karena adanya rasa khawatir terhadap situasi tertentu. Namun, ia menilai kekhawatiran yang berlebihan justru tidak membawa dampak positif dan dapat menimbulkan kesan bahwa kondisi keamanan ibu kota sedang tidak kondusif.

 

Pramono menegaskan bahwa keamanan Jakarta merupakan tanggung jawab pemerintah bersama aparat keamanan. Karena itu, masyarakat maupun pengelola fasilitas umum diminta tetap tenang dan tidak mengambil langkah yang berlebihan.

 

Ia berharap pagar-pagar yang sengaja ditinggikan dapat segera dibongkar agar wajah kota tetap terbuka, nyaman, dan ramah bagi masyarakat. Menurutnya, pendekatan yang mengedepankan rasa aman tanpa menciptakan kesan berlebihan akan lebih baik dalam menjaga aktivitas warga sehari-hari.

 

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta juga memastikan akan terus berkoordinasi dengan aparat terkait untuk menjaga stabilitas keamanan di seluruh wilayah ibu kota. Dengan demikian, masyarakat diharapkan dapat menjalankan aktivitas seperti biasa tanpa diliputi rasa khawatir yang berlebihan.