Kolaborasi antara ulama dan umara dinilai menjadi fondasi penting dalam membangun peradaban masyarakat yang maju sekaligus berkarakter di Sulawesi Selatan. Sinergi keduanya dianggap mampu menghadirkan keseimbangan antara pembangunan material dan penguatan moral-spiritual masyarakat.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Gagasan tersebut mengemuka di tengah berbagai tantangan sosial, politik, ekonomi, hingga moral yang dihadapi bangsa saat ini. Pembangunan dinilai tidak cukup hanya diukur dari pertumbuhan ekonomi, pembangunan infrastruktur, maupun peningkatan investasi, tetapi juga harus memperhatikan kualitas etika, spiritualitas, dan budaya masyarakat.

Konsep “Sulawesi Selatan Maju dan Berkarakter” disebut memiliki makna filosofis yang mendalam. Kata “maju” merepresentasikan kemajuan teknologi, tata kelola pemerintahan, inovasi, dan pembangunan sumber daya manusia. Sementara “berkarakter” menegaskan pentingnya nilai religiusitas, integritas, etika, serta budaya lokal sebagai ruh pembangunan daerah.

Dalam perspektif Islam, hubungan ulama dan umara memiliki landasan teologis yang kuat. Ulama dipandang sebagai penjaga nilai moral dan etika masyarakat, sedangkan umara berperan menghadirkan kebijakan dan kekuatan implementasi sosial.

Pemikiran Imam Al-Ghazali juga menegaskan bahwa agama dan kekuasaan merupakan dua elemen yang saling melengkapi. Agama menjadi fondasi moral, sedangkan kekuasaan berfungsi menjaga dan mengimplementasikan nilai-nilai tersebut dalam kehidupan masyarakat.

Di Sulawesi Selatan sendiri, relasi ulama dan umara telah memiliki akar sejarah panjang sejak proses Islamisasi kerajaan-kerajaan Bugis-Makassar pada abad ke-17. Tokoh ulama seperti Datuk ri Bandang, Datuk Patimang, dan Datuk ri Tiro dinilai memiliki peran besar dalam membangun fondasi spiritual masyarakat Sulawesi Selatan.

Sejarah tersebut menunjukkan bahwa pembangunan masyarakat Bugis-Makassar sejak awal bertumpu pada integrasi antara adat, agama, dan kekuasaan. Sinergi itu dinilai relevan untuk terus diperkuat dalam menghadapi tantangan pembangunan modern saat ini.

Penguatan kolaborasi ulama dan umara diharapkan mampu menciptakan pembangunan yang tidak hanya menghasilkan kemajuan ekonomi dan infrastruktur, tetapi juga melahirkan masyarakat yang memiliki integritas, karakter kuat, serta nilai-nilai kebudayaan yang tetap terjaga.